Cara Belajar Trading Dengan Diamond Pattern

Cara Belajar Trading Dengan Diamond Pattern

Cara Belajar Trading dengan Diamond Pattern. Saat ini, terdapat poly taktik trading yg bertebaran pada internet & pada lembaga-lembaga online, mulai berdasarkan taktik menggunakan indikator ataupun memakai analisa candlestick atau biasa diklaim price action.

Nah, kali ini penulis akan membahas cara trading memakai diamond pattern. Pola ini relatif asing lantaran memang sporadis dibahas atau dipakai sang kebanyakan trader. Padahal, pola ini bisa memberitahuakn frekuwensi entry seksama bila dipakai menggunakan benar. Lantas, apa itu diamond pattern? Bagaimana cara menggunakannya?

Cara Belajar Trading Dengan Diamond Pattern

Apa Itu Diamond Pattern?

Diamond pattern merupakan pola pembalikan (reversal) yg menandakan berakhirnya tren bullish ataupun bearish. Pola ini acapkalikali timbul dalam akhir tren ataupun turun & mempunyai bentuk seperti misalnya berlian.

Secara garis besar, pola ini dibagi sebagai 2 jenis yaitu: bullish diamond pattern & bearish diamond pattern. apabila pola ini timbul pada permukaan maka diklaim menjadi diamond top; kebalikannya bila pada bawah diklaim diamond bottom. Lazimnya, 2 jenis pola ini mampu dipakai buat memberitahuakn peluang beli (buy) & jual (sell) pada market.

Cara Identifikasi Diamond Pattern

Secara visual, diamond pattern bentuknya seperti misalnya berlian & pola head and shoulders. Di bawah ini merupakan model diamond top yg timbul dalam grafik GBP/USD.

Baca Juga: 5 Cara Menghapus Aplikasi Spin Maze

Berikut ini merupakan beberapa langkah gampang buat mengidentifikasi diamond pattern, antara lain:

  • Idenfitikasi tren yg sedang naik atau turun.
  • Perhatikan pola grafik berdasarkan periode harga sideways.
  • Gambar 2 garis trendline yg menghubungkan harga tertinggi & terendah sebelumnya.
  • Gambar diamond pattern yg berbentuk misalnya berlian.
  • Cari peluang entry ketika harga berhasil menembus diamond pattern.

Bullish Diamond Pattern

Bullish diamond pattern lazimnya timbul pada akhir tren turun. Pola ini terdiri berdasarkan 2 level resisten yg membatasi retracement & 2 level support pembatas tren turun.

Dikenal menjadi diamond bottom, pola ini bisa memberitahuakn peluang entry buy. Untuk detail silahkan lihat gambar pada bawah ini.

Bearish Diamond Pattern

Bearish diamond pattern timbul pada akhir tren naik. Pola ini terbentuk berdasarkan 2 level support yg membatasi koreksi sebelumnya & 2 level resisten pembatas tren bullish.

Pola ini jua diklaim menjadi diamond top & dipercaya bisa memberitahuakn frekuwensi sell. Untuk selengkapnya silahkan perhatikan model gambar berikut ini.

Baca Juga: Tutorial Dan Cara Membuat Ramuan Laos Kruid Yang Sangat Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh

Cara Menggunakan Diamond Pattern

Strategi trading memakai diamond pattern sebenernaya relatif sederhana. Anda relatif memilih dimana level entry, letak stop loss, & level sasaran profit. Selengkapnya silahkan ikuti pedoman pada bawah ini.

Entry Market

Diamond pattern merupakan pola yg menandakan terjadinya reversal dalam syarat bullish ataupun bearish. Oleh lantaran itu, posisi sell atau buy bisa dipengaruhi dari dimana keluarnya pola ini; apakah pada akhir tren turun atau naik. Sehingga, terdapat 2 sekenario trading yg bisa dilakukan, antara lain:

  • Entry posisi sell bila terbentuk diamond pattern top yg berada pada akhir tren naik.
  • Entry posisi buy bila terbentuk diamond pattern bottom yg berada pada akhir tren turun

Stop Loss

Untuk stop loss (SL), Anda bisa menempatkannya pada area berikut:

  • Letakkan stop loss pada atas pola diamond top.
  • Letakkan stop loss pada bawah pola diamond bottom.

Target Profit

Penentuan sasaran profit (TP) memakai pola ini terbilang nisbi gampang. Biasanya, trader akan menempatkan sasaran profit sama menggunakan tinggi pola diamond itu sendiri. Namun, galat satu cara paling ideal buat memilih TP merupakan menggunakan tetapkan rasio risk/reward yg statis.

3 Contoh Trading Menggunakan Diamond Pattern

Agar lebih gampang pada memahami, silahkan lihat beberapa model penggunaan pola diamond pattern berikut ini:

1. USD/JPY Time Frama 4 Jam (H4)

Proses identifikasi & entry posisi:

  • Amati konvoi harga ketika ini. Terlihat, harga USD/JPY sedang naik.
  • Pola diamond top terbentuk. Hubungkan 2 titik harga tertinggi menggunakan 2 titik harga terendah sebagai akibatnya berbentuk misalnya berlian.
  • Open posisi sell dibawah pola diamond top pada lebih kurang harga 115.40.
  • Tempatkan stop loss pada atas pola lebih kurang harga 115.73.
  • Target profit bisa diletakkan pada lebih kurang harga 114.96, menggunakan rasio risk/reward 1:1.
  • apabila TP tersentuh, maka Anda akan menerima profit sebanyak 44 pips.

2. USD/CAD Time Frame Daily (D1)

Anda mampu perhatikan, konvoi harga sebelum menciptakan pola diamond top merupakan tren naik atau bullish. Pola harga menciptakan diamond top pattern yg digambar menggunakan menghubungkan 2 titik tertinggi & 2 titik terendah. Harga pantul pada area diamond menciptakan pola ini sebagai valid.

Kemudian, pola diamond top terkonfirmasi menggunakan berhasil menembus batas bawah. Pada ketika terjadi break, entry sell bisa dilakukan.

Posisi sell berhasil tereksekusi pada harga 1.35950 persis dalam ketika terjadi breakout pola diamond top. Stop loss diletakkan pada atas pola diamond yaitu pada harga 1.39950 & sasaran profit pada 1.31950 menggunakan rasio risk/reward1:1.

Baca Juga: Cara Membuat URL YouTube di Android & iOS

apabila nir puas menggunakan rasio risk/reward 1:1, Anda bisa menaikkannya menggunakan entry pada bawah time frame Daily. Misalnya, Anda bisa entry dalam time frame H1 & menempatkan stop loss dalam area supply terdekat. Untuk detail silahkan lihat gambar pada bawah ini.

Setelah diubah ke time frame H1, stop loss yg tadinya sebanyak 400 pips kini sebagai 100 pips menggunakan merogoh patokan berdasarkan area supply terdekat. Dengan stop loss lebih kecil, maka Anda mampu meningkatkan rasio risk/reward sebagai 1:2.

Target profit bisa diubah ke 200 pips atau 2 kali lipat berdasarkan nilai stop loss. Sehingga, bila harga terus turun & berhasil mencapai TP, output yg Anda dapatkan akan jauh lebih besar.

3. AUD/NZD Time Frame Daily (D1)

Pada chart AUD/NZD pada bawah ini, Anda mampu memperhatikan lebih jelasnya pola diamond bottom yg terbentuk berdasarkan 2 titik harga terendah & tertinggi yg disambungkan sang garis. Pola ini telah valid lantaran harga bisa menembus permukaan diamond bottom pattern. Untuk detail silahkan lihat gambar berikut ini.

Entry posisi buy bisa dilakukan dalam ketika terjadi breakout pada harga 1.05092 menggunakan stop loss diletakkan pada bawah pola diamond bottom yaitu pada harga 1.03662, & sasaran profit ditempatkan pada 1.06522 menggunakan rasio risk/reward1:1.

Baca Juga: Cara Screenshot Laptop Dengan Cepat dan Praktis

Terlihat harga terus mengalami kenaikan selesainya terjadi breakout pola diamond top & berhasil mencapai area TP.

Untuk menerima ratio Risk:Reward yg lebih rendah, Anda mampu entry pada time frame yg lebih rendah, contohnya H1 menggunakan meletakkan stop loss pada bawah area demand terdekat.

You May Also Like

About the Author: Gilang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *