Kenali dan Pahami Kontribusi Digital di Asuransi Masih Minim

Kenali dan Pahami Kontribusi Digital di Asuransi Masih Minim

jsmalfamart.comKenali dan Pahami Kontribusi Digital di Asuransi Masih Minim. Salah satu kebijakan digital sektor jasa keuangan telah menjadi salah satu prioritas OJK pada tahun ini. Ada juga kebijakan digital di salah satu asuransi yang telah menjadi sebuah perhatian.

Memang pada saat ini sudah banyak sekalu pelaku industri yang telah memulai memasarkan sebuah produk asuransinya dengan melalu kanal digital meski porsinya masih kecil.

Untuk para Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2A OJK Ahmad Nasrullah telah mengumumkan dari para pelaku industri yang telah meminta agar perusaha asuransi diinjak untuk menjual produk secara digital.

Ada juga beberapa hal yang terus aja dikaji yaitu dengan terkait dengan pelayanan konsumen. Sekarang ini para penjual akan secara langsung ketemu muka saja, masih kadang-kadang ada pengaduan pada kam, bagaimana nantinya kalau tidak ketemu secara langsung akan tetapi dengan melalui sarana digital, ucap Nasrullah.

Kenali dan Pahami Kontribusi Digital di Asuransi Masih Minim

Sementara dari itu semua, ada juga aspek market conduct yang memperhatikan jika salah satu penjualan produk asuransi dilakukan secara digital.

Nasrullah telah mencontohkan akan keterkaitan dengan psenjual produk unitlitnk yang sampai saat ini masih saja ditemukan dengan pangsa pasarnya.

Baca Juga : Spesifikasi Smartphone Vivo X80

Direktur Eksekutif Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Toger Pasaribu telah mengakui pada saat ini industri asuransi jiwa masih saja belum dapat menerapkan penjualan produk secara digital dengan sepenuhnya.

Dan hingga sampai kuartal 11-2921, dari salah satu distribusi alternatif yang telah mendalaminya termasuk kanal yang telah mengumpulkan pendapatan premi sampai Rp 35,5 triliun.

Hal tersebut tentunya tumbuh dari periode yang mungkin sama dengan tahun 2019 dengan senilai Rp 28 triliun.

Baca Juga : Cek Samsung A73 5G Harga dan Spesifikasi

Untuk saat ini mungkin akan lebih tepat jika omnichannel, yang artinya ialah perpaduan antar online dan offline, ucap Togar.

Bukan hanya alasan semata saja, Togar juga telah menilai bahwa produk-produk asuransi jiwa yang masih terlalu kompleks sehingga perlu kajian yang lebih lanjut terkait dengan digitalisasi yang akan dilakukan.

Meskipun masih kecil, Direktur Keuangan BNI Life Esen Nainggolan bilang bahwa pihaknya sudah berharap untuk kana digital yang satu ni akan terus tumbuh untuk dapat meningkatkan potensi bisnis tersebut.

Baca Juga : 5 Cara Menanam Sayuran di Lahan Sempit Bagi Pemula Terbaru

Kesimpulan

Perlu diketahui bahwa, ia melihat bahwa masih ada berharap yang untuk dihadapi terutama terkaitd engan mitigasi risiko serta dengan proses KYC kepada proses pendaftaran asuransi.

Maka dari itu, pada saat BNI Life hanya akan memasarkan produk yang mungkin sederhana dengan harga yang sangat terjangkau seperti produk asuransi mikro, asuransi kecelakaan diri, smapai degan produk endowment.

Demikianlah pembahasan yang dapat kami sampaikan didalam sajian informasi kali ini tentang adanya pembahasan dari Kenali dan Pahami Kontribusi Digital di Asuransi Masih Minim. Sekian dan terimakasih.

You May Also Like

About the Author: Gilang

Leave a Reply

Your email address will not be published.