Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Ternak Kambing Jawa Dengan Modal Yang Minimal


Cara ternak kambing jawa dengan modal yang minimal bisa menjadi pilihan untuk kamu yang akan memulai usaha ternak khususnya ternak kambing. Ternak kambing jawa dengan modal yang minimal ini memang kita coba rangkum untuk para calon pengusaha dengan budget modal tidak terlalu banyak. Sehingga kami mengharapkan semua calon pengusaha tersebut masih bisa atau memiliki asa untuk memulai usaha ternak kambing jawa ini.

Cara ternak kambing jawa dengan modal yang minimal sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan cara ternak kambing jawa skala usaha. Mungkin yang sedikit membedakan antara cara ternak kambing jawa modal minimal dengan cara ternak kambing jawa skala usaha adalah penggunaan pakan dan juga kandang. Secara garis besar tidak ada perbedaan yang berarti. Untuk mengetahui informasi cara ternak kambing jawa dengan modal sedikit bisa kamu simak pada informasi berikut ini.


Cara Ternak Kambing Jawa Dengan Modal Yang Minimal

Cara Ternak Kambing Jawa Dengan Modal Yang Minimal

Kambing jawa merupakan kambing lokal Indonesia. Kambing ini sangat cepat dalam berkembang biak, biasanya pada umur 15 – 18 bulan kambing jawa sudah bisa mulai menghasilkan keturunan. Kelebihan lain dari kambing jawa sendiri yaitu mampu beradaptasi dengan cepat dan juga cepat untuk menghasilkan keturunan. Untuk kamu yang akan memulai usaha ternak kambing jawa dengan modal minimal. Berikut langkah-langkahnya telah kami rangkum lengkap untuk kamu.


1. Persiapan Kandang

Langkah pertama untuk ternak kambing jawa yaitu mempersiapkan kandang. Pada umumnya, kandang untuk ternak kambing jawa berbentuk panggung. Kandang panggung di nilai lebih efektif dan efisien dalam penggunaan pakan, sehingga jenis kandang ini banyak di gunakan oleh para peternak baik untuk skala usaha maupun peternak yang ada di desa-desa.

Kekurangan dari kandang panggung sendiri yaitu biaya pembuatan dan investasinya sangat mahal. Tentu ini akan sangat tidak cocok untuk kamu yang akan memulai usaha ternak kambing jawa dengan modal yang minimal. Oleh karena itu, kami menyarankan untuk menggunakan kandang bentuk postal saja. Alasannya bisa memakai jerami atau di semen juga tidak masalah. 

Untuk kandang sendiri, luasnya bisa kamu sesuaikan dengan jumlah kambing jawa yang akan kamu pelihara nantinya. Sebagai gambaran, idealnya untuk 1 ekor kambing memiliki ruang gerak seluas 2 x 2 meter. Dan setidaknya mereka memiliki ruang gerak 1 x 2 meter. Untuk kandang postal kami tetap menyarankan untuk menggunakan ruang gerak 2 x 2 meter.


2. Pemilihan Induk

Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan yaitu dengan memilih indukan untuk ternak kambing jawa. Indukan kambing jawa sendiri harus memiliki kualitas yang baik. Karena nantinya juga akan berpengaruh pada keturunan yang akan di hasilkan. Untuk memilih indukan kambing yang baik ada beberapa cara yang harus dilakukan. Diantaranya sebagai berikut:
  • Kondisi kambing sehat dengan gerakan yang lincah, bulu kambing terlihat rapi dan bagus serta jika dilihat pada matanya terlihat bening tanpa ada kotoran sedikit pun.
  • Usia indukan harus sudah matang jika langsung akan di kawinkan. Untuk usia yang ideal yaitu berumur 1 tahun. Tetapi kamu juga bisa membeli kambing yang masih muda, sehingga akan mengurangi budget biaya pembelian indukan. Dan tentunya juga tidak akan rugi meskipun kambing tidak bisa langsung di kawinkan atau di jodohkan.
  • Memiliki bentuk fisik yang baik. Ukuran badan besar tidak terlalu gemuk, dengan bentuk dada melebar serta garis punggung dan pinggangnya lurus. Lihat juga kondisi kaki, pilihlah kondisi kaki yang lurus serta tidak ada cacat sedikitpun pada kambing yang akan kamu pilih sebagai indukan.


Untuk memilih indukan ini, idealnya adalah 3 ekor. Dengan 2 ekor indukan betina dan 1 ekor indukan jantan. Selain itu, saran dari kami sebaiknya untuk membeli indukan yang berumur dibawah 6 bulan saja. Hal ini untuk mempertimbangkan budget modal yang kamu miliki.


3. Pemeliharaan

Cara ternak kambing jawa yang paling berpengaruh adalah pada saat proses pemeliharaan ini. Untuk kamu yang belum pernah ternak kambing mungkin agak sedikit bingung bagaimana caranya ternak kambing jawa. Padahal, ternak kambing jawa ini sangat mudah. Tidak membutuhkan perawatan khusus semisal vitamin, vasksin dan lain sebagainya. Yang perlu kamu lakukan adalah dengan memberikan pakan secara teratur sebanyak 2 kali dalam sehari. Yakni pada pagi hari dan sore hari.
Selain memberikan pakan yang teratur. Kamu juga harus memberikan minum yang teratur pula. Minum ini sebaiknya diberi sedikit tambahan garam agar kambing mau meminumnya.

Pakan yang bisa anda gunakan sebenarnya banyak sekali. Apabila kamu berada di kota mungkin agak susah untuk mencari dedaunan. Sehingga alternatif yang bisa kamu pilih adalah rerumputan. Tetapi, jika kamu berada di desa, maka gunakan pakan yang melimpah. Seperti daun pisang, daun nangka, daun pohon randu dan masih banyak lagi yang bisa kamu pilih untuk digunakan sebagai pakan.

Saran dari kami, jangan gunakan pakan pabrikan terlebih dahulu atau pakan tabahan yang mengharuskan kita untuk mengeluarkan biaya. Misal limbah pengolahan pabrik singkong. Karena kami rasa dengan menggunakan pakan limbah ataupun pakan pabrikan kurang efektif jika peternakan kita masih dalam skala kecil dan menengah.

Untuk perawatannya, kamu cukup menyemprotkan desinfektan agar kambing tetap sehat. Jika dirasa kambing mengalami gangguan pada bulunya. Sebaiknya mandikan kambing dengan rinso atau sabun mandi biasa. Banyak peternak desa yang mengatakan menggunakan rinso lebih ampuh.


4. Penjodohan

Cara ternak kambing jawa selanjutnya yaitu proses penjodohan. Proses penjodohan ini dilakukan dengan manual. Yaitu dengan menempatkan indukan betina dan indukan jantan dalam satu kandang selama satu minggu. Setelah itu biarkan kedua indukan tersebut berkembang biak. Biasanya setelah satu bulan akan terlihat apakah penjodohan tersebut berhasil atau tidak. Cara mengetahuinya yaitu  dengan melihat ukuran payudara kambing betina. Jika ukurannya lebih besar dari ukuran biasanya atau ukuran normal, bisa dipastikan indukan tersebut sudah hamil.

Kambing akan melahirkan setelah memasuki umur kehamilan 146 – 155 hari. Dengan kuantitas anakanya biasanya 1 – 3 ekor. Pada saat melahirkan, jangan lupa untuk membersihkan anakan kambing yang baru keluar dari rahim induknya. Kamu bisa menggunakan lap dari kain bekas untuk membersihkan anakan kambing tersebut.

Setelah itu, rawat anakan kambing dan indukan dengan memberikan pakan yang berkualitas seperti daun singkong. Pada saat umur 3 – 4 bulan, anakan kambing bisa dipisahkan dengan induknya apabila kamu menggunakan kandang panggung. Tetapi jika menggunakan kandang postal maka kita tidak perlu melakukan pemisahan.