Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menetaskan Telur Ayam Arab Dengan Mesin Penetas Telur Untuk Memulai Usaha


Cara menetaskan telur ayam arab bisa dilakukan menggunakan mesin penetas telur. Penetasan ini sebenarnya sama persis dengan penetasan telur ayam pada umumnya. Jadi secara umum tidak ada perbedaan yang signifikan selain dari jenis telur ayam yang kita tetaskan.

Kali ini akan kami berikan cara menetaskan telur ayam arab menggunakan mesin penetas telur lengkap agar kamu yang masih bertanya apakah telur ayam arab bisa di tetaskan mendapatkan jawaban yang sesuai ekspetasi. Selain itu, informasi ini juga bisa membantu para calon pengusaha ayam arab yang ingin tahu bagaimana cara menetaskan telur ayam dengan benar. Berikut ini rangkuman yang bisa kamu baca.


Cara Menetaskan Telur Ayam Arab Dengan Mesin Penetas Telur Untuk Memulai Usaha


Cara Menetaskan Telur Ayam Arab Menggunakan Mesin Penetas Telur

Ayam arab merupakan keturunan ayam brakel klier-silver yang berasal dari Belgia. Pejantan dari ayam ini memiliki daya seksual yang tinggi dan di Indonesia sendiri berasal dari telurnya yang dibawa oleh orang yang menunaikan ibadah haji. Sekilas, ayam arab ini sangat mirip dengan ayam kampung. Sehingga banyak yang sulit untuk membedakannya. Untuk menetaskan telurnya, biasanya para peternak memilih menggunakan mesin penetas telur. Sehingga rasio menetasnya akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan cara manual. Untuk langkah-langkah cara menetaskan telur ayam arab telah kami rangkum dengan lengkap. Yuk simak informasinya.

Untuk menetaskan telur ayam arab, langkah-langkahnya sama persis dengan cara menetaskan telur pada umumnya. Kita harus menggunakan mesin penetas telur. Selain itu, sebelum menetaskan telur ayam arab. Kita juga harus memeriksa telurnya terlebih dahulu. Pilih telur yang sehat dan memiliki embrio di dalamnya. Sehingga, potensi menetasnya akan sangat besar. Untuk cara memilih telur arab yang berkualitas sebagai berikut :
  • Kulit Telur Atau Cangkang Telur Tidak Retak. Pastikan cangkang telur tidak retak sebelum menetaskan telur ayam. Karena jika telur memiliki keretakan pada cangkangnya, sudah dipastikan telur tersebut bukanlah telur yang berkualitas. Dan pasti akan gagal dalam proses penetasan. Selain itu, jika cangkang telur retak, maka besar kemungkinan banyak bakteri yang masuk kedalam telur dan mengakibatkan kegagalan pada proses penetasan telur tersebut.
  • Kulit Telur Bersih Dari Kotoran. Telur kotor juga akan menganggu proses penetasan. Biasanya pada telur yang kotor akan menimbulkan bakteri yang dapat mengganggu pertumbuhan embrio didalamnya. Sehingga embrio tidak dapat berkembang dengan sempurna dan akhirnya telur tidak berhasil menetas. Tetapi kondisi ini dapat kita atasi dengan cara menyucinya memakai air hangat dan di lap menggunakan kain kering.
  • Memiliki Ukuran Yang Standar. Telur yang berkualitas dan siap ditetaskan biasanya memiliki ukuran yang seragam. Yakni oval dengan berat idealnya yaitu kurang lebih 40gr per butir.
  • Terdapat Embrio. Telur juga harus diteropong terlebih dahulu. Pastikan ada titik hitam didalam telur atau ditengah telur. Titik hitam tersebut menunjukan adanya embrio yang siap untuk ditetaskan.
  • Tidak berbau busuk. Yang terakhir adalah telur tidak berbau busuk. Biasanya telur yang memiliki bau busuk adalah telur yang sudah terkontaminasi dengan bakteri karena diletakan pada suhu yang tidak ideal. Telur seperti ini tidak boleh ditetaskan karena tidak bakal menetas.


Setelah mengetahui cara memilih telur yang baik untuk ditetaskan. Langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah dengan mempersiapkan proses penetasan telur ayam arab dengan mesin penetas telur. Untuk step by stepnya telah kami rangkum di bawah ini.
  • Masukan telur kedalam mesin penetas. Sebaiknya dimasukan pada saat pagi hari. Sedangkan untuk posisinya yaitu bagian lancip diatas dan bagian tumpulnya pada posisi atas. Dengan sudut kemiringan 45 derajat. Serta atur suhu 38 derajat celcius.
  • Pada hari ke-2 tutup pintu mesin penetas telur.
  • Hari ke-3 lakukan pemutaran pada telur sebanyak 3 kali sehari. Tetapi jangan di keluarkan dari mesin penetas.
  • Hari ke-4  telur dibalik. Setelah itu lakukan pendinginan telur selama 15 menit dengan cara membuka lubang ventilasi pada mesin penetas telur selebar seperempat bagian.
  • Hari ke-5 telur dibalik dan di dinginkan dengan cara membuka ventilasi selebar setengah bagian.
  • Hari ke-6 telur kembali dibalik dan dinginkan kembali dengan cara membuka ventilasi selebar tiga perempat bagian
  • Hari ke-7 telur dibalik. Pada hari ke tujuh ini ventilasi dibuka seluruhnya. Cek apakah ada telur yang bening atau kosong. Jika masih ada buang telur tersebut. Karena akan berpotensi tidak bisa menetas.
  • Hari ke 8-13 telur dibalik dan dinginkan kembali dengan cara membuka ventilasi selebar tiga perempat bagian selama kurang lebih 15 menit.
  • Hari ke-14 telur kembali dibalik. Pada hari ke-14 lakukan juga pemeriksaan telur yang embrio didalamnya sudah mati. Biasanya telur yang sudah mati akan memiliki lingkaran darah. Sedangkan telur yang masih hidup dan bisa menetas hanya terdapat titik hitam ditengahnya.
  • Hari ke 15 -17 telur kembali dibalik dan dinginkan dengan cara membuka ventilasi mesin penetas telur sebanyak tiga perempat bagian.
  • Hari ke-18 telur dibalik kemudian mesin penetas telur tidak dibuka lagi sampai telur menetas.
  • Hari ke-19 telur mulai retak, pada tahap ini gantungkan kain basah tetapi jangan sampai terdapat tetesan air pada pipa penghantar panas. Fungsi dari kain basah ini yaitu untuk menjaga kelembaban udara di mesin penetas.
  • Hari ke 20 – 21 telur sudah menetas dan siap dipindahkan pada kandnag khusus DOC.


Itulah cara penetasan telur ayam arab yang bisa kamu coba dirumah. Yang terpenting dalam langkah penetasan telur ayam arab yaitu pemeriksaan embrio pada awal pemilihan telur. Sehingga pada saat ditetaskan, telur tidak banyak yang gagal menetas.