Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lebih Baik Hidroponik Rakit Apung Apa NFT? Berikut Ini Pembahasaannya

Memiliih bercocok tanam meggunakan teknik hidroponik memang bisa membuat kita menjadi lebih praktis dalam merawatnya. Karena tidak perlu melakukan penyiangan, pemupukan dan penyemprotan. Sehingga akan membuat petani hidroponik dapat lebih ringan dalam merawat tanamannya.
Ada 2 jenis teknik hidroponik yang sering ditemui. Yaitu teknik hidroponik rakit apung dan NFT (Nutrient Film Technique)Kedua jenis teknik hidroponik ini sudah banyak dikenal oleh masayarakat umum. Tetapi biasanya mereka bingung, lebih baik hidroponik rakit apung apa NFT ?


Lebih Baik Hidroponik Rakit Apung Apa NFT? Berikut Ini Pembahasaannya

Sebenarnya pertanyaan lebih baik hidroponik rakit apung apa NFT adalah pertanyaan yang sangat mudah untuk dijawab. Karena keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sehingga untuk pemilihan jenis metode apa yang akan kita gunakan baik itu hidroponik rakit apung atau NFT bisa terjawab sesuai dengan kebutuhan yang memang benar-benar kita butuhkan saat itu juga.
Untuk itu, kali ini akan kami berikan ulasan lengkap mengenai lebih baik hidroponik rakit apung atau NFT ?


1. Hidroponik Rakit Apung

Hidroponik Rakit Apung

Hidroponik rakit apung merupakan salah satu teknik bertani hidroponik yang menaruh bibit sayuran dalam keadaan terapung. Tepat diatas laruatan nutrisi atau biasa juga disebut dengan floating system. Dengan pengaturan posisi dan ketinggian tanaman sedemikian rupa. Sehingga mampu menjangkau nutrisi semaksimal mungkin. 
Beberapa sayuran yang cukup baik jika menggunakan teknik ini adalah sayuran jenis air. Seperti selada, kangkung dan pakcoy. Teknik ini cukup efetkif jika digunakan dalam sebuah industri. Dan merupakan teknik yang paling mudah dan cukup simple untuk di terapkan dirumah. Meskipun membutuhkan perawatan dengan pengaturan oksigen terlarut yang tidak boleh telat.


2. Hidroponik NFT

Hidroponik NFT

Teknik hidroponik yang kedua yaitu jenis hidroponik NFT. Teknik ini juga cukup familiar dan sering digunakan oleh banyak petani maupun masyarakat yang hobi dengan cocok tanam. Teknik NFT merupakan teknik yang termudah menurut sebagian orang. Karena resiko kegagalan dalam teknik ini cukup kecil. 
NFT sendiri merupakan teknik hidroponik yang menggunkan aliran nutrisi tipis dengan kecepatan konstan. Sehingga tidak ada timer khusus untuk mengatur air atau aliran nutrisinya. Larutan nutrisi tersebut di pompa menuju growing tray  atau tempat tanaman yang biasanya berupa tabung. Sehingga aliran nutrisi tersebut akan mengalir melewati akar tanaman kemudian kembali kedalam bak penampungan dan dipompa terus menerus.
Teknik ini cukup sangat efisien dalam penggunaan air dan ketersediaan oksigen terlarut juga sangat melimpah. Hanya saja untuk modal yang diperlukan jika membangun instalasi teknik hidroponik seperti ini akan membutuhkan biaya  yang tidak sedikit. Banyak tanaman yang bisa dibudidayakan menggunakan teknik ini. Yang terpenting adalah tanaman ringan dan memiliki akar serabut atau akar lunak.


Baca Juga :




Dari kedua bahasan diatas, tentu kita sudah dapat menentukan teknik apakah yang cocok digunakan untuk pertanian hidroponik yang akan kita tekuni. Teknik hidroponik rakit apung apa NFT?
Saran dari kami, jika tujuan utama dalam bertanam hidroponik adalah untuk sekedar hobi atau hasilnya untuk dimakan sendiri. Maka sebaiknya gunakan sistem NFT. Selain mudah dalam pengaplikasiannya, teknik ini juga mudah dala membuat instalasinya. Tetapi jika tujuan bertanam hidroponik adalah untuk usaha atau bisnis. Sebaiknya gunakan teknik hidroponik rakit apung. Sehingga penggunaan lahan akan lebih efisien jika menggunakan teknik rakit apung.
Uni Media
Uni Media Menulis untuk berbicara dan mengenalkan diri kepada orang lain.