Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mudah Budidaya Ikan Gabus Dengan Panen Yang Melimpah

Budidaya ikan gabus belum terlalu populer seperti usaha budiaya ikan air tawar jenis lainnya. Tetapi budidaya ikan gabus ini sebenarnya memiliki prospek yang sangat baik. Mengingat harganya yang sangat mahal dan sangat dibutuhkan untuk pengobatan. Tentu permintaan pasar untuk kedepannya akan lebih baik lagi.




Cara budidaya ikam gabus mungkin untuk setiap orang berbeda-beda. Tetapi dalam aturan yang standar tentu saja cara budidaya ikan gabus ini sama. Hanya saja ada beberapa kombinasi atau modofifkasi dari pembudidaya untuk memodifikasi cara budidaya ikan gabus tersebut.

Tujuannya tentu saja untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah. Dan kami rasa semua cara budidaya ikan gabus bertujuan untuk hasil tersebut.

Lalu bagaimana cara budidaya ikan gabus yang mudah tetapi bisa mendapatkan hasil yang maksimal?
Berikut ini informasi lengkapnya.


Cara Budidaya Ikan Gabus


1. Pemilihan Jenis Kolam

Pada usaha budidaya ikan gabus, ada beberapa pilihan jenis kolam yang bisa kita gunakan. Yaitu kolam tanah, kolam terpal dan yang terakhir kolam tembok atau kolam beton.

Pada prinsipnya dalam pemilihan jenis kolam ini tergantung dari kondisi kita. Apabila memang memungkinkan untuk membangun kolam beton dan anda rasa modal yang disiapkan mencukupi tidaklah masalah.  Tetapi jika masih mencoba-coba atau modal yang anda siapkan minim. Lebih baik gunakan kolam yang sesuai dengan modal tersebut.

Karena pada dasarnya semua jenis kolam itu sama dan hasilnya juga sama baik. Tergantung cara perawatannya.


2. Pemilihan Indukan Ikan Gabus

Pemilihan indukan ikan gabus ini sangat penting untuk dilakukan pada budidaya ikan gabus. Karena akan berdampak pada kualitas dan juga kuantitas anakan ikan gabus yang akan di hasilkan nantinya.

Untuk mendapatkan ikan gabus yang benar-benar layak digunakan sebagai indukan. Tentu saja anda disarankan untuk datang ke balai perikanan setempat. Namun, cara lain yang bisa anda gunakan yaitu dengan mencarinya di alam. Tetapi langkah ini sangat tidak kami anjurkan.

Sedangkan untuk membedakan ikan gabus jantan dan betina sebenarnya sangat mudah.
Berikut ini ciri-ciri ikan gabus jantan dan Betina.


Ikan gabus jantan :
  • Bentuk kepala cenderung oval
  • Warna tubuh lebih gelap
  • Terdapat lubang genital berwarna merah pada bagian bawah tubuhnya.


Ikan gabus betina :
  • Warna tubuh lebih terang
  • Kepala cenderung bulat
  • Dan indukan yang baik memiliki berat minimal 1 kg



3. Pemijahan Ikan Gabus

Langkah selanjutnya pada acara budidaya ikan gabus yaitu proses pemijahan ikan gabus itu sendiri. Proses ini merupakan salah satu proses yang sangat menentukan. Karena semakin baik hasil yang kita dapatkan dalam proses ini. Maka kelanjutan dari usaha budidaya ikan gabus juga akan lebih baik.

Pada proses pemijahan ini ada beberapa langkah yang harus kita lakukan. Berikut ini lengkapnya :
  • Siapkan kolam khusus pemijahan dengan ukuran 7 x 4 x 2 meter. Sebaiknya kolam tersebut terbuat dari beton.
  • Isi air setinggi 50 cm. Usahakan air mengalir.
  • Tambahkan eceng gondok yang sudah dibersihkan.
  • Setelah itu masukan 30 ekor gabus jantan dan 30 ekor gabus betina.
  • Biarkan sampai ±24 jam
  • Biasanya setelah 24 jam telur ikan gabus mulai terlihat.


4. Penetasan Telur

Penetasan telur ikan gabus sebaiknya dilakukan pada kolam khusus. Atau bisa juga menggunakan akuarium untuk mempermudah proses penetasan.

Penggunaan kolam khusus pada saat proses penetasan telur ikan gabus ini adalah mempermudah pengontrolan. Sehinggga proses pemetasan bisa dilakukan dengan cara yang lebih intensif.

Langkah-langkah penetasan telur ikan gabus sebagai berikut :
  • Siapkan akuarium dengan ukuran 65 x 45 x 45 cm
  • Isi air dengan ketinggian 40 cm
  • Atur suhu air pada kisaran 20 derajat Celcius.
  • Setelah itu masukan telur ikan gabus ke dalam akuarium yang telah disiapkan.
  • Padat tebar telur ikan gabus yaitu 4 - 6 butir per cm²
  • Biarkan selama 24 jam sampai telur ikan gabus menetas.

Setelah 24 jam biasanya telur ikan gabus akan mulai menetas. Pada fase ini larva ikan gabus tidak perlu diberi pakan selama 2 hari. Karena telah memiliki kantung persediaan makanan yang cukup untuk 2 hari kedepan.

Setelah berumur 3 hari, larva ikan gabus dapat diberikan pakan naupili Artemia, dengan jatah makan 3 kali dalam sehari. Selain itu, kita juga harus menjaga kepadatan akuarium. Yaitu 5 larva per liter air.

Pemberian pakan naupili Artemia ini dilakukan sampai hari ke-4. Pada hari ke-5 kita dapat memberikan pakan daphnia sebanyak 3 kali dalam sehari.

Baca juga :




5. Penebaran Bibit

Penebaran bibit pada kolam pembesaran dapat dilakukan setelah larva berumur 2 minggu. Sebelum dilakukan penebaran sebaiknya air kolam tidak dialirkan selama 1 minggu.
Pada penebaran di kolam pembesaran sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Kedua waktu ini adalah waktu yang paling tepat.
Untuk pemberian pakan sebaiknya dilakukan setelah 2 hari setelah larva di tebar.

Pemberian pakan bisa menggunakan pakan pellet atau pakan pabrikan. Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal gunakan pakan tambahan berupa ikan rucah, anakan rayap dan jenis hewan-hewan kecil.


Pada proses pembesaran ini yang paling penting adalah proses pemberian pakan yang tepat waktu. Jika telat memberi pakan, yang di khawatirkan sifat kanibalisme akan muncul.
Sementara untuk proses panennya tergantung permintaan pasar. Sehingga dapat ditentukan oleh pembudidaya itu sendiri. Ada beberapa kelemahan atau kendala pada budidaya ikan gabus ini. Diantaranya bisa anda baca pada panduan
Itulah informasi mengenai cara budidaya ikan gabus yang mudah dan mendapatkan hasil maksimal.