Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Merawat Belut Sawah Yang Benar Dan Cepat Jinak

Membudidayakan belut sawah memiliki kendala yang lebih banyak dibandingkan dengan belut yang didapat dari balai perikanan. Mungkin sebagai pemula yang ingin belajar membudidayakan belut, kita akan mencari belut sawah untuk dibudidayakan. Tetapi banyak kasus yang belum mengerti bagaiamana cara merawat belut sawah yang benar.



Merawat  belut sawah yang benar tidak semudah merawat belut yang memang sudah di budidayakan untuk usaha pembesaran belut. Tetapi tidak perlu risau, karena akan tetap ada solusi untuk merawat belut sawah hingga menjadi belut jinak yang biasa dibudidayakan di beberapa kolam budidaya pembesaran belut.

Berikut ini informasi lengkap mengenai cara merawat belut sawah yang benar dan mungkin bisa membantu kita untuk dapat membudidayakan belut dari alam liar.


1. Tujuan Pemeliharaan

Sebelum pada langkah yang lebih jauh, salah satu hal penting yang harus kita pahami adalah tujuan membudidayakan belut dari alam liar tersebut. Karena setiap tujuan tentu akan memiliki cara yang berbeda dalam merawat belut sawah. Jika tujuan kita memelihara belut sawah adalah untuk indukan, maka hal tersebut sudah tepat. Tetapi jika kita mencari belut sawah hanya untuk dibesarkan, maka cara ini bukanlah cara yang efektif.


2. Karantina

Langkah pertama untuk merawat belut sawah yaitu melakukan proses karantina terlebih dahulu. Karantina ini berfungsi untuk mensterilkan belut dari berbagai parasit yang masih menempel pada tubuh belut itu sendiri. Proses ini wajib kita lakukan agar belut dapat lebih sehat ketika dipelihara.

Cara karantina belut sawah yang barusan didapatkan yaitu dengan melakukan perendaman menggunakan larutan penghilang parasit dan bibit penyakit. Kita bisa menggunakan obat jenis apa saja yang terpenting tidak membahayakan bagi kesehatan belut dan juga bagi manusia pengkonsumsinya. Saran dari kami gunakan larutan kmno4 sebanyak 20 mg/ltr selama 15-20 menit.


3. Persiapan Media Budidaya

Setelah memasuki masa karantina langkah selanjutnya untuk merawat belut sawah yaitu dengan memliharanya pada kolam yang telah disesuaikan dengan habitat aslinya. Ini harus dilakukan karena belut mudah sekali stress. Yang terpenting dalam pembuatan media ini adalah ada kombinasi lumpur dan juga air mengalir seperti pada aliran air di persawahan atau pada habitat asli belut. Untuk cara pembuatan media budidaya belut silahkan baca


4. Pemberian Pakan

Salah satu kendala yang sering dialami oleh para pembudidaya belut ketika memelihara belut sawah yaitu proses pemberian pakannya. Pemberian pakan belut ini harus dilakukan sesuai dengan karakterisitik belut pada habitat aslinya. Yaitu jenis pakan yang memang benar-benar menjadi makanan belut di alam liar. Seperti katak kecil dan serangga. Dan pemberian pakan harus berada pada saluran air atau kamalir. Karena belut akan selalu mencari makan pada daerah ini.

Kita bisa menggantinya menggunakan cincangan daging keong atau bisa juga menggunakan cacing tanah sebagai alternatifnya. Pokok perawatan belut sawah adalah pada pemberian pakan ini. Jika belut sudah memakan sebagian atau semua pakan yang sudah kita berikan. Pertanda belut sudah berhasil untuk dibudidayakan. Setelah itu tunggu hingga belut cukup untuk dilakukan proses pemijahan. Setelah pemijahan ini anakan belut bisa kita sesuaikan dengan media yang telah di modifikasi. Baik tanpa lumpur atau menggunakan lumpur.