Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mudah Pemijahan Ikan Gabus Intensif Skala Bisnis

Banyak yang menanyakan bagaimana cara pemijahan ikan gabus yang benar dan intensif. Sehingga dalam proses pembenihan ikan gabus atau sering  kita sebut sebagai pemijahan ikan gabus dapat memberikan hasil yang maksiamal.  Terutama jika dihitung dalam skala bisnis.

Prospek usaha pemijahan ikan gabus atau usaha penyedia bibit ikan gabus sangatlah baik. Karena akhir-akhir ini banyak masyarakat yang mulai tertarik untuk membudidayakan ikan gabus. Hal ini didasari atas harga jual yang cukup mahal dan juga permintaan pasar yang kian meningkat tajam.


Cara Mudah  Pemijahan Ikan Gabus Intensif Skala Bisnis

Selain sebagai usaha pembenihan atau penyedia bibit ikan gabus. Cara pemijahan ikan gabus ini juga sangat diperlukan oleh pelaku budidaya ikan gabus itu sendiri. Mengapa begitu ?
Bukankah jika dapat mengetahui cara pemijahan ikan gabus yang intensif akan lebih menguntungkan ?
Sehingga anda sebagai pelaku budidaya ikan gabus tidak harus membeli bibit ikan gabus pada penyedia bibit ikan gabus lagi.

Mau tahu cara pemijahan ikan gabus secara intensif ?
Berikut ini langkah-langkah yang bisa anda ikuti


Cara Pemijahan Ikan Gabus Intensif Dengan Mudah


1. Persiapan Media

Langkah pertama yang harus kita lakukan yaitu dengan menyiapkan medianya terlebih dahulu. Media ini bisa disebut dengan kolam pemeliharaan. Seperti dalam pemijahan ikan air tawar lainnya, pemijahan ikan gabus juga membutuhkan beberapa kolam khusus untuk proses pemijahannya.

Kolam Induk. Kolam induk ini berfungsi seperti namanya. Yaitu sebagai tempat pemeliharaan induk ikan gabus itu sendiri. Jika anda menggunakan rawa sebagai tempat budidaya ikan gabus, anda bisa menggunakan anyaman bilah bambu yang dipasang dilahan rawa tempat budidaya ikan gabus berlangsung. Apabila anda membudidayakan ikan gabus di sekitar pekarangan rumah, gunakan saja kolam tanah dengan luas sekitar 50 - 100 cm persegi. Padat kolam yang dianjurkan 1 ekor per meter persegi. Didalam kolam tersebut juga diberikan eceng gondok sebagai tempat berlindung indukan

Kolam Pemijahan. Kolam pemijahan ini dapat anda sipakan menggunakan bahan waring atau jaring. Ukuran kolam pemijahan ini yaitu 1 x 2 cm. Sedangkan satu kolam diperuntukan untuk 1 ekor indukan jantan dan 1 ekor indukan betina. Usahakan pada bagian atas kolam terdapat tutup agar indukan tidak melompat keluar dari kolam.

Kolam Penetasan. Kolam penetasan ini berfungsi sebagai tempat penetasan telur-telur ikan gabus yang telah berhasil di buahi oleh indukan jantan. Kolam penetasan ini bisa terbuat dari terpal. Tapi lebih disarankan untuk menggunakan akuarium. Karena lebih terkontrol.

kolam Pendederan. Kolam ini berfungsi untuk pemeliharaan larva ikan gabus dari hasil pemijahan yang telah dilakukan sebelumnya. Kolam ini bisa anda buat dari jaring atau waring pada kolam pemijahan tadi. Tetapi disarankan unutk menggunakan kolam khusus. Usahakan kolam tanah dengan tingkat kesuburan yang sangat tinggi. Dalam arti memiliki banyak plankton. Untuk ukuran idealnya yaitu 4 x 6 meter.



2. Persiapan Induk

Setelah proses persiapan kolam atau persiapan media, langkah selanjutnya yaitu persiapan induk ikan gabus itu sendiri. Indukan ikan gabus ini sangat menentukan hasil yang akan didapatkan. Tentu saja indukan yang berkualitas tentu akan menghasilkan benih ikan gabus yang maksimal.

Indukan ikan gabus bisa anda dapatkan dari hasil tangkapan di alam liar. Atau bisa juga mencarinya pada penjual indukan ikan gabus. Tetapi jika anda memilih cara ini, tentu akan mengeluarkan modal yang cukup banyak untuk membeli ikan gabus itu sendiri.

Ada beberapa langkah yang harus anda lakukan untuk mempersiapkan indukan ikan gabus agar siap pijah. Berikut ini lengkapnya untuk anda :

Penjinakan Indukan
Pada indukan yang baru di dapat, tentu saja harus dilakukan proses penjinakan terlebih dahulu. Jika tidak, yang dikhawatirkan sifat alami dari alam liar terbawa ke kolam pemeliharaan indukan. Caranya dipelihara kurang lebih selama 2 bulan.

Selama pemeliharaan tersebut, calon indukan ikan gabus itu diberi makan anakan ikan hidup. Misal ikan wader atau ikan sepat. Bisa juga menggunakan ikan nila kecil. Pemberian pakan sebanyak 2 – 3 ekor anakan ikan hidup unutk satu ekor calon indukan gabus per hari.


Pematangan Gonad
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan yaitu proses pematangan gonad indukan ikan gabus yang akan dipijahkan. Proses ini sangat penting, karena untuk melakukan proses pemijahan tentu indukan ikan gabus harus matang gonad terlebih dahulu.

Cara pematangan gonad untuk indukan ikan gabus bisa dilakukan dengan cara memberikan pakan berupa ikan rucah, baik ikan air tawar maupun ikan air laut. Dengan feeding rate 1.5 – 2 % biomassa per hari. Tetapi untuk lebih intensif anda bisa menggunakan cara buatan. Yaitu dengan menyuntikan hormon HCG (Human Chrionic Gonadotropin) dengan dosis sebanyak 300 IU/kg. Setelah proses penyuntikan ini selesai, tunggu hingga 2 minggu agar ikan gabus matang gonad.

Seleksi Induk
Langkah selanjutnya untuk proses perisapan indukan ikan gabus yaitu tahap seleksi indukan itu sendiri. Indukan ikan gabus dipilih berdasarkan kesiapannya dalam proses pemijahan. Cirinya sebagai berikut.

Ikan gabus jantan:
  • Bentuk kepala sedikit lebih lonjong
  • Warna sedikit lebih gelap seperti kehitaman
  • Warna pada sekitar lubang kelamin sedikit memerah
  • Jika ditekan akan mengeluarkan ciaran berwarna putih agak bening


Indukan betina :
  • Bentuk kepala sedikit lebih bulat
  • Perutnya lembek dan membesar
  • Warna tubuhnya cenderung terang
  • Jika ditekan akan keluar telur berwarna kuning kemerahan.


Penyuntikan
Langkah selanjutnya dalam proses persiapan indukan untuk pemijahan ikan gabus yaitu proses penyuntikan hormon terhadap indukan ikan gabus yang akan dipijahkan. Hal ini dilakukan untuk merangsang indukan gabus agar segera melakukan pemijahan.

Penyuntikan ini menggunakan hormon ovaprim dengan dosis terbaik 0.4 ml/kg ikan. Bisa juga penyuntikan menggunakan ekstrak Hipofisa ikan gabus. Apa bila anda menggunakan Ekstrak Hipofisa ikan gabus, dosis yang ideal berdasarkan hasil penelitian yaitu 3 : 1 (donor : resipen).


3. Pemijahan Ikan Gabus

Pemijahan ikan gabus dapat dilakukan dengan cara alami. Dan lazimnya untuk skala bisnis menggunakan teknk semi intensif. Seperti yang kami berikan panduannya berikut ini. Yaitu menggunakan bantuan suntikan hormon.

Setelah proses penyuntikan hormon selesai dilakukan, ikan gabus tersebut dimasukan kedalam kolam pemijahan. Satu petak kolam hanya boleh di isi dengan 1 pasang ikan gabus. Dengan perbandingan jantan dan betina 1 : 1.


Dalam kolam pemijahan, sebaiknya diberikan tanaman air seperti eceng gondok. Yang berfungsi sebagai tempat meletakan telur dari hasil pemijahan tersebut. Pada fase ini, sebaiknya anda lebih sering mengontrol kolam pemijahan. Apabila terlihat telur berwarna bening agak kekuningan yang menempel di sekitaran eceng gondok. Silahkan segera di ambil dan pindahkan ke kolam penetasan.


4. Penetasan Telur

Setelah telur dari kolam pemijahan berhasil dipindahkan ke kolam khusus penetasan telur, langkah selanjutnya adalah menunggu telur-telur ikan gabus tersebut menetas. Biasanya telur ini akan menetas sekitar 36 – 48 jam setelah telur di buahi.

Ambil menunggu telur-telur ikan gabus menetas, jaga kualitas air penetasan agar tetap pada suhu ideal. Yaitu pada suhu 28 – 30 derajat Celcius. Sedangkan PH yang ideal yaitu berkisar antara 6,7 hingga 6,8. Usahakan ketinggian air dalam akuarium 15 – 20 cm dan kepadatan telur 4 – 5 butir telur per cm persegi.


5. Pemeliharaan Larva Ikan Gabus

Setelah proses penetasan selesai, larva tetap dipelihara dalam akuarium sampai umur 7  hari. Setelah 7 hari bisa di pindahkan ke kolam pendederan dengan padat tebar yang dianjurkan yaitu 50 – 80 ekor/liter. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada hari ke 5 atau hari ke 6. Karena seperti pada larva ikan lainnya yang baru menetas tentu saja memiliki cadangan makanan yang cukup untuk 4 – 6 hari.
Kualitas air sebaiknya tetap dijaga pada suhu 29 – 30 derajat Celcius. Sedangkan PH yang ideal yaitu 6,5 – 8,0 dengan ketinggian air 15 – 20 cm.

Setelah lewat dari umur 6 hari, larva sebaiknya diberikan pakan pertama atau pakan starter yang berukuran kecil. Biasanya pakan yang digunakan yaitu cacing tubifex, jentik nyamuk atau kutu air jenis (daphnia). Pemeliharaan larva pada kolam pendederan ini berlangsung hingga larva berumur 30 hari.

6. Penen Benih

Panen benih ikan gabus ini tergantung permintaan konsumen. Tetapi idealnya untuk bibit ikan gabus yaitu ketika berukuran 8 – 13 cm. Biasanya pada umur 30 hari.
Bibit ikan gabus hasil panen ini bisa anda jual kembali atau dipelihara dalam kolam pembesaran.


Itulah cara pemijahan ikan gabus yang benar untuk skala bisnis. Yang harus anda perhatikan adalah kualitas air dan juga karakteristik indukan ikan gabus itu sendiri. Untuk saran sebaiknya indukan ikan gabus bukan berasal dari alam. Melainkan indukan ikan gabus yang sudah jinak agar hasil pemijahan yang dilakukan dapat lebih efektif.