Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menjadi Agen Minyak Goreng Kemasan Di Kota Anda


Cara menjadi agen minyak goreng kemasan tentu banyak diminati oleh banyak orang. Mengingat perputaran modal dalam usaha minyakgoreng kemasan ini sangat cepat. Sehingga akan membuat kita mendapatkan keuntungan  yang sangat cepat pula.

Cara menjadi agen minyak goreng kemasan sendiri sangat sulit. Kita perlu mencari distributor-distributor yang menjual minyak goreng dalam partai besar. Belum lagi ditambah dnegan modal yang harus kita keluarkan untuk dapat memenuhi kuota dari distributor minyak goreng itu sendiri. Untuk lebih jelasnya akan kami berikan penjelasan lengkap terkait dengan informasi cara menjadi agen minyak goreng kemasan.


Cara Menjadi Agen Minyak Goreng Kemasan Di Kota Anda

Cara menjadi agen minyak goreng kemasan

Menjadi agen minyak goreng kemasan merupakan salah satu pekuang usaha yang sangat mengutnungkan. Kita tahu minyak goreng merupakan salah satu bahan kebutuhan pokok manusia. Hampir semua manusia membutuhkan minyak goreng untuk keperluan memasak setiap harinya. Dan juga pemilik warung atau restoran juga akan selalu membutuhkan minyak goreng setiap harinya. Untuk itu, sangat menarik sekali untuk kita bahasa bagaiman cara menjadi agen minyak goreng kemasan yang memiliki potensi keuntungan yang sangat besar.
Yuk simak informasinya!


1. Siapkan Modal

Langkah pertama untuk menjadai agen minyak goreng kemasan adalah menyiapkan modal terlebih dahulu. Modal untuk menjadi agen minyak goreng ini sangat besar. Bisa puluhan hingga ratusan juta. Mengingat harga per karton minyak goreng kemasan berada dikisaran ratusan ribu. Tentu modal yang besar harus anda siapkan untuk memulai bisnis ini.

Untuk modal menjadi minyak goreng kurang lebih sebesar 100 – 150 juta rupiah. Mengingat minimal pembelian minyak goreng kemasan pada level distributor yakni dalam ukuran kartel. Dimana satu kartel berisi 500 karton minyak goreng kemasan.


2. Buka Izin Usaha Perdagangan

Setelah menyiapkan modal, langkah selanjutnya untuk menjadi agen minyak goreng kemasan yakni menyiapkan surat izin usaha perdagangan. Dokumen ini sangat penting ketika nanti ada masalah dalam usaha penjualan minyak goreng yang sedang anda kelola. Terlebih lagi ketika kita menemui distributor dan menjalin kesepakatan atau kerjasama. Tentu pihak distributor akan menanyakan surat izin perdagangan atau usaha kita.

Mereka tidak akan bersedia memberikan kuota minyak goreng kemasan pada lembaga usaha yang tidak legal. Mengingat minyak goreng memiliki peran vital di kehidupan masyarakat. Sehingga harga dan penjualannya pun tentu ada aturan yang perku kita pahami.


3. Siapkan Gudang Dan Tempat Pemasaran

Setelah kedua langkah diatas selesai anda lakukan. Selanjutnya yaitu menyiapkan gudang penyimpanan dan juga tempat pemasaran. Untuk gudang penyimpanan sendiri anda tidak perlu menyewa atau menggunakan gudang khusus dengan ukuran besar. Cukup gunakan rumah anda sebagai gudang. Perlu anda ketahui bahwa perputaran minyak goreng kemasan ini sangat cepat. Sehingga sangat jarang ada barang menumpuk di gudang. Terkecuali jika anda sudah skala besar, maka menyewa gudang atau menggunakan tempat khusus tidak masalah.

Untuk tempat pemasaran sendiri tentunya target marketnya adalah pedagang grosir sembako di pasar tradisional. Untuk memuluskan target penjualan, gunakan jasa sales. Dengan jasa sales anda akan cepat menjual minyak goreng kemasan ke toko-toko sembako atau grosir sembako. Jangan takut rugi, minyak goreng kemasan cepat laku.


4. Datang Langsung ke Distributor

Setelah ketiga aspek diatas terpenuhi, langkah selanjutnya yaitu datang langsung ke distributor mnyak goreng kemasan. Untuk mendapatkan alamat distributor resmi dari minyak goreng kemasan yang akan anda jual. Silahkan langsung ke website resmi perusahaan yang memproduksi minyak goreng tersebut. Tanyakan siapa pemegang penjualan tangan pertama dari perusahaan minyak goreng itu.

Itulah cara menjadi agen minyak gireng kemasan yang bisa anda ikuti langkah-langkahnya. Yang terpenting adalah persiapkan modal dan juga pangasa pasar terlebih dahulu sebelum langsung bekerjasama dengan distributor.